Apa yang sedang kau buktikan?
Semua orang memandangku dengan ragu.
Sebagian besar malah memandangku rendah.
Hanya sekedar orang yang terlalu muda namun terlalu beruntung.
Tak lebih dari itu.
Bahkan orang tuaku pun turut meragukan kemampuanku.
Semua orang menganggap rencana-rencanaku hany imajinasi liar
yang tak layak untuk dimengerti apalagi didukung.
Aku dipandang tak lebih dari anak kecil yang cengeng,
boneka yang bisa dipermainkan,
pecundang yang menjadi selalu pantas untuk ditertawakan.
Lalu,
apa yang sedang kucoba buktikan sekarang?
Aku sedang asyik dengan ambisi-ambisiku.
Dan sebagian lagi telah kutuangkan dalam karya cipta.
Aku lelah dipecundangi…!!!
Aku lelah dipecundangi oleh usia mudaku!
Aku muak dipecundangi oleh keberuntungan-keberuntunganku!!
Aku memang naif, tapi aku akan melawan!!
Akan kubuktikan bahwa aku layak mendapatkan
apa yang kudapatkan saat ini.
Walau semua ini adalah abstrak.
Aku ingin mereka tahu siapa aku.
Walau hanya sejarahlah yang membuktikan segalanya.
Aku ingin lepas dari rasa bersalah karena menikmati
keberuntungan yang tak layak kugapai.
Aku tahu.
Mereka aakan tetap meragukanku.
Tapi setidaknya mereka akan sadar
bahwa aku adalah eksistensi yang nyata.
Suatu saat akau akan benar-benar ADA.
Suatu saat, tak ada lagi orang yang meragukan keberadaanku.
Tuhan, tolong buatlah aku ADA.
Ditulis dalam Buat Aku Ada | Leave a Comment »
Politik adalah kepentingan !!!
Sejarah ada kenyataan politik masa lalu
Politik adalah kenyataan sejarah masa depan
Kebenaran adalah fakta=fakta yang dibangun oleh sejarah.
Diasuh oleh rezim yang berkuasa dengan segala klaim ideologi.
Ia terinstitusionalisasi.
Ia didefinisikan.
Ia subjektif.
Ia memihak.
Ia menanggung beban-beban.
Ia dibela dan diserang.
Namun………
Berlari dari politik dan sejarah sama saja berlari
dari eksistensi kemanusiaan.
Kitalah yang menciptakan sejarah.
Dan membangun politik.
Kitalah sobjek sekaligus objek.
Mengeksploitasi dan dieksploitasi.
menikmati kaehancuran dan merayakan dehumanisasi.
Selamat datang neurosisme destruktif.
Membangun peradaban di antara puing-puing.
Dan kreator kebudayaan ….
Adalah predator yang paling buas….
Ditulis dalam Sejarah = Politik | Leave a Comment »
(diiringil lagu-lagu yang inspiratif)
Laut yang tenang
tidak akan menciptakan pelaut yang tangguh.
Apakah yang kuarungi saat ini adalah laut yang tenang
atau laut yang terhempas badai?
Apakah yang kucapai sat ini adalah
rangkaian keberuntungan belaka?
Aku punya segunung cita-cita, impian, dan rencana
yang ingin kubawa menjadi realita.
Ambisi ini akan segera menjadi tindakan
sehingga apa yang kunikmati kelak
bukan sekedar keberuntungan.
Apakah aku sekedar mengulang janji-janji pada diri sendiri?
Terlalu banyak keinginan tapi prioritas kacau
dengan kemampuan dan disiplin sangat kurang.
Aaaaaaa…………….
Aku terlalu senang mengeluh ….
Itu menjadi landasan bagi pecundang!!
Ditulis dalam Tentang Sebuah Laut | Leave a Comment »
Kebudayaan adalah konsep manusia yang berusaha memenuhi kebutuhannya.
Konstruksi sosial mempengaruhi manusia dalam menciptakan pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan.
Proses produksi adalah proses eksploitasi lingkungan.
Gejala ekonomi tak sepenuhnya ditentukan oleh faktor ekonomi.
Konsep ekonomi sering kali dianggap universal sehingga prinsip maksimalisasi dipercayai juga universal yakni mencari pilihan terbaik dari sarana yang terbatas.
Justru lewat adatlah proses ekonomisasi berlangsung.
Ilmu ekonomi modern adalah produk sejarah sehingga tidak mungkin universal.
Ekonomi dimaknai formil dan substantif.
Formal dalam artian sebagai proses maksimalisasi sebagaimana dalam ilmu ekonomi.
Substantif dalam artian sebagai proses pemenuhan kebutuhan.
Ekonomi substansial inilah yang berlaku universal.
Ekonomi Pasar berorientasi pada surplus sedangkan surplus haruslah didefinisikan secara institusional.
Maka, ekonomi pasar bukan suatu fitur alami dalam masyarakat, karena ia lahir melalui konstruksi dan reproduksi makna tentang surplus yang terinstitusionalisasi.
Jika surplus ‘tidak ada’ kecuali dalam pikiran manusia, maka evolusi kebudayaan menjadi rancu karena surplus inilah yang menyokong peradaban.
Surplus sederhananya dimaknai sebagai sejumlah materi di atas keperluan subsisten.
Tak ada surplus maka taka ada diferensiasi kerja.
Tak ada diferensiasi kerja maka tak ada stratifikasi sosial,
Tak ada stratifikasi sosial maka tak ada peradaban.
Proses produksi adalah fondasi dari sistem sosial.
Konsep-konsep dalam ekonomi bisa jadi tak universal,
tapi kecenderungan manusia dalam pertimbangan untung dan rugi tidak bisa diingkari.
Pasar adalah gejala anti-sosial berkenaan dengan kemampuan selfregulate-nya.
Peasant adalah juga mempertimbangkan untung rugi dan tidak hanya terikat pada pertimbangan moral.
Perlawanan peasant bukan semata karena ekonomi pasar merusak harmoni dan stabilitas kehidupannya,
Melainkan karena peasant berusaha mengambil keuntungan pada tatanan yang baru guna meninggalkan tatanan yang eksploitatif terdahulu.
Ditulis dalam Proses Produksi = Penyokong Kebudayaan | Leave a Comment »
(malam yang dingin dan sepi)
Kesetiaan bukanlah perasaan melainkan adalah keputusan.
Hidup adalah pilihan-pilihan.
Sehingga kebahagiaan tidak tergantung pada terpenuhi atau tidaknya janji-janji.
Semangat mungkin cukup, tapi mungkin juga tidak.
Sepenggal kenangan masa lalu membingkai konsep diri menapaki esok.
Kadang ia begitu indah untuk dikenang dan memekarkan senyum bahagia
dalam doa-doa yang dipanjatkan sebelu tertidur.
Kadang ia menoreh luka dan iar mata.
Ia adalah keputusan-keputusan…….
Ditulis dalam Kesetiaan adalah Keputusan | Leave a Comment »
Februari 28, 2007 oleh Eggy
Kulepas dia … demi dia…
Agar ia terbang dan menari melewati matahari yang menghidupi bumi.
Dulu, semua ini dimulai dengan cinta.
Sekarang, diakhiri dengan cinta.
Tak kusesali setengah dasawarsa.
Biarlah ia dihidupi oleh angin.
Biarlah kuturut merayakan paripurna kematangannya.
Redalah beban…….
Dan seandainya dua anak sungai berjumpa dan menyatu di suatu muara,
maka lautan yang tenang akan siap menyambutnya.
Sirnalah ego, duka, prasangka.
Selamat datang keikhlasan.
Matahari dan bintang memang bersinar selalu, selamanya.
Hanya rotasi bumi yang membeda…..
Ditulis dalam Kulepaskan Dia demi Dia | Leave a Comment »
Februari 28, 2007 oleh Eggy
(dalam keputus-asaanku)
Theory can make us fly, but not to be real…
It`s too sweet…
Manusia sering dipandang hanya sebagai alat, termasuk alat kekuasaan.
Diperalat dengan menghancurkan martabat dan hakikat kemanusiaan.
Bagaimana membangun karakter jika dibangun di atas angin yang selalu siap membantai habis?
Masuk ke dalam struktur yang berorientasi pada arogansi elit, sangat menyakitkan.
terjerat dalam birokrasi yang penuh intrik hanya membuat orang menghadapi 2 hal:
Dehumanisasi yang pahit atau keberuntungan yang langka.
Ironis mungkin bukan istilah yang tepat, tapi setidaknya hanya itu yang tersisa.
Kemapanan struktur tidak menjamin sokongan terhadap eksistensialisme ke-diri-an.
Siapa yang memiliki klaim otoritas maka ia melegitimasi dirinya sendiri untuk menciptakan definisi-definisi.
Ontologi dipahami dalam deretan statistik.
Aksioma hadir dalam representasi nihilisme….
Itulah yang disebut ironis.
Manusia tidak boleh tampil lemah namun ia justru dilemahkan.
Keputusan-keputusan destruktif membuat produktivitas bagai menulis di atas air.
Akibatnya, pemakan bangkai diperlakukan bagai penabur benih….
Ironis.
Ditulis dalam Ironis | Leave a Comment »
Februari 28, 2007 oleh Eggy
Kucoba memaafkan diriku sendiri yang terlalu rakus dengan harapan-harapan besar sekalipun kusadari sedikitnya kemampuanku mewujudkan.
Mengumbar harapan dan bukannya membangun rencana.
Kucoba memaafkan diriku yang berkutat dengan ambisi namun keberanianku hanya sebatas berdebat dengan angan-angan.
Dan kubertanya pada diriku sendiri, apakah semua ini adalah semangat ataukah keputus asaan? Ataukah semangat untuk putus asa?
Kututp mata realistikku dan melayang tinggi.
Sementara itu, sang waktu yang selalu terburu-buru berlari meninggalkanku..
Berharap bukanlah rencana..
Apalagi tindakan… maka maafkanlah…
Ditulis dalam Memaafkan Diri Sendiri | Leave a Comment »
Februari 28, 2007 oleh Eggy
Ada teman baru..
Yang membuatku lupa pada dunia kertas…
Ia memalingkan perhatianku pada cyberspace,
Membius…terlalu bersemangat.
Ditulis dalam New Friend | Leave a Comment »
Februari 27, 2007 oleh Eggy
Bagaimanakah membangun kepercayaan?
Bagaimana menegakan keyakina saat tak ada yang bisa diharapkan?
Pabila seorang hanyut, maka sejumput rumput pun akan digapai….
Apakah ini berakar pada keberanian untuk percaya?
Ataukah keberanian untuk dikhianati?
Apa bedanya pengecut/penakut dengan ‘mencari selamat’?
Kita dibesarkan oleh konstruksi sosial yang memberi legitimasi kepada atasan untuk arogan dan menjinakkan harkat martabat manusia yang tertindas.
Struktur ini membuat manusia terasing, bahkan pada mimpi-mimpinya sendiri.
Adakah cara untuk mengubahnya?
Apakah yan terjadi setelah revolusi selesai?
Mengapa sistem lebih sering menciptakan korban daripada melahirkan pejuang tangguh?
Mengapa sistem lebih sering menciptakan pecundang daripada pahlawan?
Sekalipun sistem menggerus sisi kemanusiaan, tapi mengapa banyak manusia dengan rela bahkan suka cita merantai lehernya pada sistem.
Manusia teralienasi dalam sitem dan struktur yang ia bangun sendiri.
Manusia memperalat dan diperalat, baik oleh orang lain maupun dirinya sendiri.
Dan ia lelah dengan segala realitas palsu dan manipulasi.
Dan ia pulang…………
Ditulis dalam Trust-Buliding | Leave a Comment »