Menulis hujan…
Sepertinya istilah ini pernah kudengar atau kubaca sebelumnya.
Mungkin judul puisi..
Apapun itu, hujan adalah saat-saat yang paling inspiratif.
Merenung, membaca, menulis, ataupun tidur..
Tarian hujan…
Seperti para Indian yang menari untuk hujan.
Menari bersama alam…
Kebebasan….
Liar….mungkin itulah hakikat manusia.
Nilai, norma, hukum, birokrasi, sistem, dll membuat manusia kehilangan jiwanya yang paling murni dan paling bahagia.
Menjadi terasing dan kesepian.
Arsip untuk ‘Menulis Hujan’ Kategori
Menulis Hujan (Minggu, 26 November 2006)
Diposkan dalam Menulis Hujan pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
-
Arsip
- Juli 2007 (2)
- Juni 2007 (1)
- Mei 2007 (10)
- Maret 2007 (2)
- Februari 2007 (36)
-
Kategori
- Angka-Angka Ajaib (1)
- Antropolog Septictank (1)
- Apakah Ini Laut? (1)
- Bernama (1)
- Buat Aku Ada (1)
- Dua Pelajaran (1)
- Egoisme (1)
- Flux (1)
- Gak Ngerti (1)
- Hanya Sepenggal Artefak (1)
- Helpless (1)
- Hidup adalah Pulang (1)
- Hidup adalah Sejarah (1)
- Identitas Terberi (1)
- Innovation (1)
- Intertekstualitas (1)
- Ironis (1)
- I`m Wrong (1)
- Kesetiaan adalah Keputusan (1)
- Kisah Sebuah Tulisan (1)
- Klaim Ideologi (1)
- Kulepaskan Dia demi Dia (1)
- Kutip-Kutip (1)
- Memaafkan Diri Sendiri (1)
- Memaki Hakekat (1)
- Membangun Optimisme (1)
- Memilih (1)
- Mengkritik Niat (1)
- Mengulang Prasangka (1)
- Menikmati Kehancuran (1)
- Menulis Hujan (1)
- Menyatakan Revolusi (1)
- Menyelamatkan Fenomena (1)
- Mimpi & Ambisi (1)
- Narsisme (1)
- Never Mind (1)
- New Friend (1)
- No Matter (1)
- Panorama Kemiskinan Perkotaan (1)
- Proses Produksi = Penyokong Kebudayaan (1)
- Rindu Kebebasan (1)
- Sang Penggerutu (1)
- Sejarah = Politik (1)
- Shut Up! (1)
- Sinematografi (1)
- Stigmata (1)
- Supremasi Sipil vs Militer (1)
- Takdir (1)
- Tentang Sebuah Laut (1)
- Testimony (1)
- Trust-Buliding (1)
- Uncategorized (1)
-
Halaman