Pulang…
Suatu perjalanan pulang akan selalu membawa rasa pilu.
Kepiluan akan kesuksesan ataupun kepiluan akan kegagalan.
Pulang adalah merasakan pedih.
Adakah yang tersisa?
Selalu ada sisa dan tersisa untuk diratapi.
Kerinduan.
Perpisahan.
Harapan.
Selalu tersisa pertanyaa dan kegelisahan.
Hujankah esok pagi?
Seorang kekasih melukis puisi.
Seorang sahabat mengukir prosa.
Dan disertai orang-orang terdekat yang turut tersenyum.
Lalu apa yang kau rasakan sekarang?
Hampa. Rindu.
Perjalanan telah kau tempuh , dan lulus.
Kau dapatkan lebih dari yang kau harap.
Apakah yang kau ratapi?
Ini bukanlah akhir.
Ini adalah langkah pertamamu…
Fajar akan datang.
Setelah lama kau harap dan tunggu.
Malam ini, mulailah kau gores kertasmu dan gambarlah wajah masa depanmu.
Tersenyumlah sayang…
Kesendirian tidak akan membunuhmu.
Ia akan menemanimu.
Bersama ruang-ruang kosong dan jalan-jalan sepi.
Jangan takut, karena doa-doa, telah menjagamu.
Seseorang pernah menulis :
“Hidup adalah perjuangan yang arus dimenangkan”.
Berbaris kata dan rangkaian ide harus dinyatakan.
Kehendak terurai dalam tindakan.
Bertarunglah dengan gagah.
Kemenangan akan digenggam, bahagia akan digapai.
Buka matamu dan berdirilah dalam keyakinan yang kokoh.
Apa yang kau tulis kemarin hanyalah sketsa.
Sekarang, selesaikan lukisanmu.
“Ukirlah sejarah hidup yang indah untuk ditulis, dibaca, dan dipahami”.
Dari seorang sahabat.