(di Jogja, diiringi lagu Iwan Fals : Mabok Cinta)
Kebebasan membuatmu rindu.
Dan kerinduan itu membuatmu jatuh cinta.
Sertelah kembali merasakan kebebasan,
walau sejenak,
maka kita akan mulai merenungi:
mengapa rela menukar kebebesan itu dengan beberapa lembar upah?
Dan kembali,
kebebasan membuat mabuk pada manisnya.
Dan manisnya merasuk pada sumsum terdalam
jiwa muda yang haus ditenggelamkan samudera idealisme.
Kebebasan…
bagai lagu:
o….hari ini aku bahagia!
kau kembali……………….
o….hari ini aku [...]
Arsip untuk Mei, 2007
Rindu Kebebasan (Sabtu, 14 Mei 2007)
Diposkan dalam Rindu Kebebasan pada Mei 14, 2007 | Leave a Comment »
Egoisme (Sabtu, 27 April 2007)
Diposkan dalam Egoisme pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
Egoisme adalah mata pedang yang buta.
Melukai siapa saja tanpa mempertimbangkan hal itu dikemudian hari.
Egoisme inilah yang merusak citra diri.
Bukan hanya si pemilik ego,
melainkan juga orang lain yang tujuannya berbuat baik
dengan niat yang tulus.
Niat baik dengan cara yang salah juga bisa menimbulkan masalah.
Bahkan ketika niat baik itu bertujuan
untuk menolong orang lain yang terlunta-lunta.
Ego yang sesat menghempaskan [...]
Helpless (Selasa, 3 April 2007)
Diposkan dalam Helpless pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
Seorang penjual balon.
Laki-laki tua itu menuntun sepeda tua dengan kardus diboncengan.
Di kardus itu diikat dua balon yang tak besar.
Dia sendiri membunyikan balon yang dipegangnya.
Berjalan pelan di jalan basah karena hujan tadi pagi.
Udaranya cukup panas.
Suara balon pak tua itu terdengar lirih.
Ia berteduh disebatang pohon.
Cuma sebentar.
Berkali-kali ia membunyikan balonnya dengan lirih.
Berarap akan ada yang membeli.
Rumah-rumah yang tertutup [...]
Apakah ini Laut? (Minggu, 1 April 2007)
Diposkan dalam Apakah Ini Laut? pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
Laut yang tenang tidak akan menciptakan pelaut yang tangguh.
Pribahasa.
Masalahnya, apa yang diarungi sekarang adalah sungai…
Sungai dengan jeram yang buas.
Tantang tersulit bukanlah tenggelam dalam badai.
Namun tantangan terberat adalah jangan sampai
menghantam batu-batu yang siap mematahkan
setiap tulang pada tubuh menjadi cerai-berai.
Bukan tenggelam dalam kepentingan-kepentingan yang kompetitif,
melainkan terbentur pada egoisme, sentimen, emosi, arogansi, dan subjektifitas.
Sesungguhnya
Ini bukanlah sungai apalagi laut.
Ini [...]
Menikmati Kehancuran (Sabtu, 31 Maret 2007)
Diposkan dalam Menikmati Kehancuran pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
Manusia menikmati kehancuran.
Membangun peradaban lalu menghancurkannya.
Setiap kebudayaan sepertinya memiliki energi destruktif.
Baik kapada budaya yang lain maupun kepada kebudayaan itu sendiri.
Mungkin itulah jalan evolusi.
Mekanisme seleksi alam.
Mungkin itu juga adalah alat reproduksinya.
Suatu kebudayaan lahir,
lalu tumbuhlah ia dalam peradaban,
kemudain punah silih berganti suksesi itu terjadi.
Pantaslah para evolusionis klasik menyamakan atau menganalogikan
kebudayaan seperti organisme.
Jika kebudayaan adalah orgsnisme
lalu manusia adalah…???
Angka-Angka Ajaib (Jumat, 30 Maret 2007)
Diposkan dalam Angka-Angka Ajaib pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
Ada yang ajaib dalam angka-angka.
Ada suatu misteri yang bisa jadi juga arogan.
Manusia menciptakan angka-angka.
Manusia-manusia itu jugalah yang dihitung melalui angka-angka.
Diukur pengetahuannya,
pemahamannya,
aplikasinya,
analisisnya,
sintesisnya,
bahkan dievaluasi.
Baik dalam ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif.
Lalu bagaimana mengukurnya?
Manausia adalah suatu eksistensi.
Bagaimana mengukur suatu eksitensi?
Manusia adalah subjek.
Aapah mengukur manusia sama dengan objektifikasi subjek?
Apakah sang pengukur punya kompetensi absolut untuk mengukur yang diukur?
Aapah subjektifitas dapat [...]
Dua Pelajaran (Sabtu, 17 Maret 2007)
Diposkan dalam Dua Pelajaran pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
Surprise! Surprise!
Entah apalagi yang akan membuatku terkejut.
God must be love me, anyway.
Ada dua pelajaran penting yang kudapat
di hari yang panas dan malam yang dingin ini.
Bahwa luka di masa lalu akan mereproduksi bukan hanya di masa depan tapi juga kepada manusia lain, misalnya kepada anak. Kadang tanpa sadar kita membenci diri kita sendiri. Tak punya [...]
Buat Aku Ada (Rabu, 14 Maret 2007)
Diposkan dalam Buat Aku Ada pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
Apa yang sedang kau buktikan?
Semua orang memandangku dengan ragu.
Sebagian besar malah memandangku rendah.
Hanya sekedar orang yang terlalu muda namun terlalu beruntung.
Tak lebih dari itu.
Bahkan orang tuaku pun turut meragukan kemampuanku.
Semua orang menganggap rencana-rencanaku hany imajinasi liar
yang tak layak untuk dimengerti apalagi didukung.
Aku dipandang tak lebih dari anak kecil yang cengeng,
boneka yang bisa dipermainkan,
pecundang yang menjadi [...]
Sejarah = Politik (Selasa, 13 Maret 2007)
Diposkan dalam Sejarah = Politik pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
Politik adalah kepentingan !!!
Sejarah ada kenyataan politik masa lalu
Politik adalah kenyataan sejarah masa depan
Kebenaran adalah fakta=fakta yang dibangun oleh sejarah.
Diasuh oleh rezim yang berkuasa dengan segala klaim ideologi.
Ia terinstitusionalisasi.
Ia didefinisikan.
Ia subjektif.
Ia memihak.
Ia menanggung beban-beban.
Ia dibela dan diserang.
Namun………
Berlari dari politik dan sejarah sama saja berlari
dari eksistensi kemanusiaan.
Kitalah yang menciptakan sejarah.
Dan membangun politik.
Kitalah sobjek sekaligus [...]
Tentang Sebuah Laut (Selasa, 13 Maret 2006)
Diposkan dalam Tentang Sebuah Laut pada Mei 3, 2007 | Leave a Comment »
(diiringil lagu-lagu yang inspiratif)
Laut yang tenang
tidak akan menciptakan pelaut yang tangguh.
Apakah yang kuarungi saat ini adalah laut yang tenang
atau laut yang terhempas badai?
Apakah yang kucapai sat ini adalah
rangkaian keberuntungan belaka?
Aku punya segunung cita-cita, impian, dan rencana
yang ingin kubawa menjadi realita.
Ambisi ini akan segera menjadi tindakan
sehingga apa yang kunikmati kelak
bukan sekedar keberuntungan.
Apakah aku sekedar mengulang janji-janji [...]