Kebudayaan adalah konsep manusia yang berusaha memenuhi kebutuhannya.
Konstruksi sosial mempengaruhi manusia dalam menciptakan pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan.
Proses produksi adalah proses eksploitasi lingkungan.
Gejala ekonomi tak sepenuhnya ditentukan oleh faktor ekonomi.
Konsep ekonomi sering kali dianggap universal sehingga prinsip maksimalisasi dipercayai juga universal yakni mencari pilihan terbaik dari sarana yang terbatas.
Justru lewat adatlah proses ekonomisasi berlangsung.
Ilmu ekonomi modern adalah produk sejarah sehingga tidak mungkin universal.
Ekonomi dimaknai formil dan substantif.
Formal dalam artian sebagai proses maksimalisasi sebagaimana dalam ilmu ekonomi.
Substantif dalam artian sebagai proses pemenuhan kebutuhan.
Ekonomi substansial inilah yang berlaku universal.
Ekonomi Pasar berorientasi pada surplus sedangkan surplus haruslah didefinisikan secara institusional.
Maka, ekonomi pasar bukan suatu fitur alami dalam masyarakat, karena ia lahir melalui konstruksi dan reproduksi makna tentang surplus yang terinstitusionalisasi.
Jika surplus ‘tidak ada’ kecuali dalam pikiran manusia, maka evolusi kebudayaan menjadi rancu karena surplus inilah yang menyokong peradaban.
Surplus sederhananya dimaknai sebagai sejumlah materi di atas keperluan subsisten.
Tak ada surplus maka taka ada diferensiasi kerja.
Tak ada diferensiasi kerja maka tak ada stratifikasi sosial,
Tak ada stratifikasi sosial maka tak ada peradaban.
Proses produksi adalah fondasi dari sistem sosial.
Konsep-konsep dalam ekonomi bisa jadi tak universal,
tapi kecenderungan manusia dalam pertimbangan untung dan rugi tidak bisa diingkari.
Pasar adalah gejala anti-sosial berkenaan dengan kemampuan selfregulate-nya.
Peasant adalah juga mempertimbangkan untung rugi dan tidak hanya terikat pada pertimbangan moral.
Perlawanan peasant bukan semata karena ekonomi pasar merusak harmoni dan stabilitas kehidupannya,
Melainkan karena peasant berusaha mengambil keuntungan pada tatanan yang baru guna meninggalkan tatanan yang eksploitatif terdahulu.