(dalam kemarahanku tanpa sebab)
Berdebat tentang hakikat memang tak ada habisnya.
Kuberbantahan dengan sohibku hanya untuk secuil makna dalam remah-remah roti basi yang kami sebut etnografi.
Kenapa aku begitu sinis dan sarkastik?
Mungkin waktu telah behasil membuatku mual dan bosan….
Atau waktu yang muak kepadaku?
Ini adalah pencerahan atau sekedar omong kosong?
Yang jelas, semua adalah sumpah serapah…..
Arsip untuk Februari, 2007
Memaki Hakekat (Sabtu, 27 Januari 2007)
Diposkan dalam Memaki Hakekat pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
Shut Up! (Sabtu, 27 Januari 2007)
Diposkan dalam Shut Up! pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
(I can`t stop thinking and writing)
Flash back…
Nothing, never mind…
Tak ada materi (thing), tak ada pikiran (mind).
Awal kemenangan Marx atau konklusinya?
MTV menjawab, “Whatever!!!!”
Lalu bagaimana jika kalimatnya, No Think, Never Mind?
Fedinand de Saussure akan memaki, “Jika tak tau beda antara ‘think’ dan ‘mind’, so … shut up!”
Trus kalo kalimatnya
Nothing, never mind?
Nothing, never main?
Nothink, never man?
Nothink, never main [...]
Antropolog Septictank (Sabtu, 27 Januari 2007)
Diposkan dalam Antropolog Septictank pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
(kepalaku migren berat)
Mereka para pemikir posmodern mulai dari Nietszche, Foucault, sampai Derrida adalah para keparat yang membuatku jatuh cinta pada filsafat.
Bahkan setelah kucintai Marx.
Mereka merenggutku terlalu jauh.
Bahkan sebelum aku benar-benar mencoba memahami positivisme.
Kupuja postrukturalisme sebelum kukenal strukturalisme itu sendiri.
Kuselami makna “The Death of Ethnographer” bahkan sebelum bisa kubedakan responden, informan, dan narasumber.
Inilah para antropolog yang [...]
Klaim Ideologi (Sabtu, 27 Januari 2007)
Diposkan dalam Klaim Ideologi pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
(di malam yang sepi dan kepala migren)
Dalam kebudayaan terdapat klaim ideologi – begitu kata sohibku.
Dia bertanya dan telah kujawab:
Budaya adalah proses belajar secara sadar.
Ada transfer nilai dan ide.
Disitulah terjadi klaim ideologi karena nilai dan ide itu diciptakan dan dimaknai oleh suatu rezim kebenaran tertentu.
Ada makna-makna yang ditransaksikan
Itulah klaim ideologi yang dimaksud.
Seperti itulah jawaban tadi pagi [...]
Identitas Terberi (Jumat, 26 Januari 2007)
Diposkan dalam Identitas Terberi pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
Perdebatan mengenai identitas “terberi” ataukah entitas “mencipta dengan sendirinya” menjadi diskursus, yang tak hanya linguistik, melainkan juga politik.
Bagai memperdebatkan nasionalisme.
Mulai dari Ernest Renan sampai Benedict Anderson.
Polemik kebudayaan?
Bolehlah ….
Apa salahnya?
Apakah menjadi “terberi” itu buruk?
Apakah “mencipta sendiri” itu buruk?
Jawabnya:
So what gichu loooooh…….!!!!!
Flux (Jumat, 26 Januari 2007)
Diposkan dalam Flux pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
(di malam yang dingin)
Kenyataan sesungguhnya adalah proses menjadi ada yang berlangsung secara terus menerus.
Dalam arsitektur, ide ini tercipta memalui Flux yaitu seni bangunan ataupun desain yang mana tiap-tiap detail komponen ataupun ornamen adalah kesinambungan.
Tak ada satupun elemen yang terpisah berdiri mandiri.
Semuanya adalah kesatuan, kesinambungan, dan keberlanjutan.
Menakjubkan bila ditinjau bagaimana filsafat ontologi bisa menginspirasi karya seni [...]
Memilih (Jumat, 19 Januari 2007)
Diposkan dalam Memilih pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
(dalam perjalanan menyusuri Sumetera)
Bagaimana memilih antara pengabdian yang realistis tapi manis, ataukah impian prestisius yang telalu mewah untuk menjadi kenyataan?
Bernama (Kamis, 11 Januari 2007)
Diposkan dalam Bernama pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
Jumenengan artinya adalah naik tahta ataupun berdiri.
Ia berasal dari kata “jeneng”
“Jumeneng” bukan berarti sekedar berdiri, namun juga berarti “jeneng” atau “nama”.
Siapa yang memberi “jeneng” yang terimplementasi dalam “jumeneng”; dalah Yang Terlebih Dahulu Bernama yaitu Tuhan.
Makhluk adalah refleksi dari-Nya.
Term: Islam dan Kejawen adalah tidak tepat.
Yang tepat adalah kejawen dan keminangkabauan, dll.
Itu sama saja dengan membandingkan centimenter [...]
Mengkritik Niat (Sabtu, 10 Januari 2007)
Diposkan dalam Mengkritik Niat pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
Mengingat kritik hanya berdaulat di ranah pikir, maka tidak perlu mencari-cari ‘obat’ politik.
Kritik seyogyanya tidak ditujukan pada established order, atau diarahkan pada penegakan new political order, karena beresiko menimbulkan disorder.
Namun, bagaimana mau mengarahkan kritik ke ranah pikir jika ranah ini dibiarkan kosong.
Tak ada konsep barang secercah, yang kelihatan menonjol hanyalah niat.
Lalu, bagaimana bisa mengkritik niat?
(DJ)
Tanpa [...]
Narsisme (Selasa, 9 Januari 2007)
Diposkan dalam Narsisme pada Februari 27, 2007 | Leave a Comment »
Masih adakah yang baru untuk saya di Tahun Baru?
Yang ada hanyalah memperpanjang harapan-harapan lama untuk terjadi lagi di Tahun Baru.
(SM)
Tidak ada yang betubah dari dunia televisi kita.
Semua hanya membuat kita goblok permanen.
(EG)
Narsisme – kenapa pake isme?
Bukan itu masalahnya….
Paulo Coelho dalam Alchemist bercerita tentang Narsisus dan Telaga.
Narsisus terlalu cinta pada dirinya sendiri dan selalu senang bercermin [...]