(dalam kemarahanku tanpa sebab)
Berdebat tentang hakikat memang tak ada habisnya.
Kuberbantahan dengan sohibku hanya untuk secuil makna dalam remah-remah roti basi yang kami sebut etnografi.
Kenapa aku begitu sinis dan sarkastik?
Mungkin waktu telah behasil membuatku mual dan bosan….
Atau waktu yang muak kepadaku?
Ini adalah pencerahan atau sekedar omong kosong?
Yang jelas, semua adalah sumpah serapah…..